Yupiiiiiii………..

Pengen nulis apa ya?

Mungkin ini bedanya aku dengan para blogger yang laen. Biasanya c aku nulis postingan tu pasti fresh dari otak ku yang geblek ini. Para Blogger yan laen pasti dah nulis draft dulu barulah di post di WP. Sedangkan aku nulis draft sembari posting, jadi maaf jika alur berpikirnya nggak runtut, coz biasanya apa yang nyantel ya itu yang ditulis.

 

Berpikir………(*Loading MODE ON*)

Apa yang kalian pikirkan pertama kali ketika ndenger kata FARMASI ? Dulu saat masih berseragam putih abu-abu, aku cuman nyantel klo farmasi itu adalah…….Mbak DWI. Ya, Mbak Dwi (dah lupa nama lengkapnya) istrinya mas Topiq Sawalludin (bener nggak ya nulisnya?) angkatan 2000 (mbak Dwi nya). Karna dulu satu-satunya kakak angkatan yang kuliah di farmasi yang paling ku kenal adalah mbak Dwi (eh ternyata mas Topik kecil (Taufiqurrahman) juga masuk di FA setelah itu, disusul mas Tri Wiyono dkk….sebelumnya aku nggak tau). Dan karena dulu di SMA, klo masuk kuliah di UGM Farmasi cukup prestisius makanya aku masuk ke Prodi ini (dengan SPMA Rp 0….^_^)

Farmasi, yang terbayang pertama kali pada sebagian orang adalah orang dengan setelan cukup rapi, berdiri di depan toko obat/apotik (toko obat dgn apotik beda lho?) melayani resep dari orang-orang yang barusan berkencan bertemu dengan dokter. Nah makhluk orang itu disebu Apoteker. Ato malah kebayang bau rumah sakit penuh dengan wangi karbol yang memabukkan? Ato Obat-obat seperti Parasetamol, OBH, dll???

Setelah masuk Farmasi, ternyata agak nyesel surprise juga karena ilmunya banyak dan sulit mengejutkan. Yang dulu bayanganku sewaktu di SMA cuman kimia doang ternyata disini ketemu lagi dengan si Biologi, si Farmasetika (aku paling sebel dengan kuliah ini), si Teknologi Farmasi (awas Tulisan harus JELASSS), dan makhluk-makhluk laen yang semuanya tumplek blek dan jadilah Farmasi.

Lalu apa c sebenernya Farmasi itu? Klo mo lebih akurat baca aj kitab utamanya Farmasi yaitu FARMAKOPE INDONESIA (paling baru edisi 5, thn 1995). Yang pasti Farmasi adalah ilmu tentang segala jenis obat, makanan dan semua benda yang dapat menimbulkan efek terhadap jaringan biologis. Makanya walaupun bukan obat, makanan kemasan yang beredar dimasyarakat harus mendapat persetujuan/ijin dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) / FDAnya Indonesia. Karna kesemuanya itu dapat menimbulkan efek terhadap manusia (yang masih hidup tentunya).

Farmasi sendiri merupakan salah satu dari tenaga kesehatan yang mendapatkan titel profesi dari WHO selain dokter tentunya. Jadi peran farmasis karna berhubungan dengan kemanusiaan harus dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi, baik dalam pelayanan maupun pembuatan obat. Bagi yang ikut kuliahnya pak Ris tentu masih ingat engan Seven Star of Pharmacist.

Trend tenaga kesehatan saat ini difokuskan pada pasien. Segala bentuk pelayanan farmasi yang dulu dipusatkan pada obat (drugs oriented) sekarang lebih ditujukan pada pasien (patient oriented) . Namun tentu saja disisi lain pengembangan obat baru tetap dilakukan.

Jadi pengen cerita tentang perkembangan obat saat ini. Dahulu kala dunia farmasi dimulai dengan trial and error dalam penemuan obat, kemudian dimulailah dengan yang namanya pharmacophore mapping, QSAR, hingga penggunaan docking secara komputasi hingga penggunaan mikroba sebagai penghasil obat (bioteknologi). Saat ini yang sedang dirintis adalah terapi pasien berdasarkan Gen (pharmacogenomik) . Hal tersebut dimulai dengan landasan pemikiran bahwa setiap bangsa, ras bahkan individu memiliki karakter yang berbeda dalam gennya, sehingga seharusnya dalam setiap terapi penyakit tertentu untuk setiap individu menggunakan obat tertentu yang memang sesuai dengan individu itu. Klo kita melihat kenyataan yang ada sekarang, tiap ada yang sakit tertentu pasti diterapi dengan obat yang sama untuk tiap penyakit yang sama, padahal orangnya beda. Terlebih lagi penyakit-penyakit baru yang muncul belakangan dan sebagai pembunuh nomor wahid seperti kanker, jantung, gagal ginjal, Diabetes dll lebih disamping karna makanan dan pola hidup yang tidak sehat tapi juga karna faktor gen juga.

Ambil contoh, diabetes, kanker dan penyakit jantung dapat disebabkan karna faktor gen. Seorang anak yang ayah atau keluarganya memiliki riwayat penyakit seperti kanker, diabetes, jantung dan asma, memiliki resiko terkena penyakit yang sama dibanding anak lain yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan menderita penyakit tersebut. Dan saat ini sudah ada penggunaan stem cell yang dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit tertentu yang disebabkan mallfungsi sel-sel tertentu dalam tubuh sehingga oran atau sel tersebut tidak dapat bekerja secara optimal. Contoh Leukimia (kanker darah), Diabetes tipe I (karna pankreas rusak sehingga tidak menghasilkan Insulin). Stem cell digunakan untuk mengganti sel-sel yang sudah rusak tersebut. Trus Stem cell didapat darimana ? Pernah dengar cangkok sumsum tulang belakang utnuk penyakit Leukimia? Ato bank darah plasenta? Ya hal-hal tersebut adalah sumber stem cell. Untuk memperoleh sel yang cocok biasanya digunakan sel dari keluarga, tapi ini tidak menjamin bahwa keluarga mesti dapat digunakan untuk donor stem cell, paling cocok yang sel dari diri sendiri, trus dapet darimana? Karna itu ada bank darah plasenta.

Plasenta ato dalam bahasa jawa disebut ari-ari, ternyata darah darinya dapat digunakan sebagai sumber stem cell. Sehingga sekarang tersedia bank darah plasenta yang diambil setelah bayi lahir dan dapat digunakan sebagai media pengobatan ketika si bayi/anak tersebut mendapatkan penyakit tertentu. Di Indonesia sendiri belum ada bank tersebut namun di Singapura sudah ada, tapi ya dengan duit yang lumayan gede (karna penyimpanannya ga boleh sembarangan).

Ya sekian dulu aj ya aku dah mapet ide nih….

bisa disambung lain kali

Iklan