Ok, dah lama aq ga posting……….mau posting lagi ah…..
Mau sedikit bercerita, kemaren barusan aja baca novel yang judulnya 5Cm. Novel bagus tu, bercerita tentang kesetiakawanan, percintaan, hingga idealisme kaum muda. Ada satu ungkapan yang aq inget bener, yaitu “ Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh kaum muda”. Setujukah kalian dengan ungkapan itu ? Secara pribadi aq setuju dengan ungkapan itu. Banyak sudah contohnya, muda jadi aktivis antikorupsi tapi klo dah kerja jdai biang korupsi. Nggak usah munafik dengan keadaan. Begitulah yang kadang terjadi. Klo dah kerja dan mulai berkeluarga, yang ada dipikiran sebagian orang adalah bagaimana aku bisa survive didunia ini ?……….Salahkah ini ? nggak tau juga, tiap orang punya peranan di dunia ini, selalu ada kata pilihan di setiap relung dada manusia. Trus kemana c idelisme yang saat muda dulu digembar-gemborkhan bahkan dengan taruhan nyawa…….Matikah, Sembunyikah, ato malah tergencet ego dan nafsu belaka ?
Tiap orang dibekali oleh-Nya dengan dua sisi yang berbeda, baik maupun buruk. Potensi itu jelas ada dan tertera jelas disetiap kitap suci agama, bahwa selalu akan ada pertarungan antara kebaikan dan kejahatan hingga akhir zaman. Idealisme, sebagai suatu kata yang menggambarkan impian dan keadaan yang diinginkan ato ‘ideal’ seringkali berbenturan dengan apa yang disebut ‘realita’ ato ‘kenyataan’. Sadar ato nggak sadar alam pikiran kita selalu kesana, karena dengan pertentangan itulah kita bisa belajar, belajar dari kesalahan dan keberhasilan. Idealisme menuntun kita kearah yang seharusnya tapi realita mengajarkan pada kita bahwa hidup itu tidak saklek tidak statis. Dan hidup itu selalu dinamis. Keduanya membentuk satu harmoni kehidupan dengan warna-warni didalamnya. Ia berbaur dengan citarasa alam yang terbungkus aroma ilahiah.
Lalu apa yang seharusnya kita lakukan, Ikut terbawa arus zaman bersama realita, ato tenggelam sendiri dalam dunia ideal kita. Tentu tidak keduanya, Kita hidup dalam kenyataan alias realita namun kita tidak dapat hidup jika tanpa mimpi dan idealisme. Jika kita hanya hidup ikut arus zaman, maka kita hanya akan jadi seonggok daging hidup yang berjalan dimuka bumi ini tanpa mempunyai makna bagi kehidupan. Sebaliknya, jika kita tenggelam dalam pikiran dan idealisme serta mimpi-mimpi doing, maka kita akan jadi pengkhayal yang juga tanpa makna hidup. Mimpi membuat gairah dalam kehidupan. Boleh dibilang mimpi adalah sumber kehidupan bagi manusia. Orang yang tidak pernah punya mimpi adalah orang yang nggak pernah hidup. “Everyman died. Not everyman really life” begitu kata Einstein.
Realita itu seperti badan kita. Badan kita bisa berjalan sendiri tanpa arah jika kita tidak pernah berpikir kemana arah kita menuju? Pernahkah berpikir, apa yang akan saya raih dalam hidup ini? Apa tujuan hidup saya ? Pernah terpikir kan ? nggak banyak orang yang bisa mikir seperti ini…………
Dan berpikirlah kawan, karna hanya dengan berpikir kita hidup. ”Cogito ergo sum”……Aku ada karna aku berpikir (Rene Descartes, 1637)
Agustus 14, 2007 at 11:53 am
Start asking yourself – where you want to go or wantto be in the next 5-10 years.. build that dreams and assosicate yourslef with fast-forward thinking people.. and don’t forgetto fasten your prayers..
Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat…
Agustus 20, 2007 at 6:11 am
??
Agustus 22, 2007 at 4:58 am
Seiring dengan bertambahnya usia nampaknya manusia justru semakin menjadi takut dengan yang namanya ‘kegagalan’. Menurut pandangan masyarakat ‘kegagalan’ = ‘hina dina’. Padahal ada ungkapan ‘if you’re not falling then you’re not learning’.
Dengan begini, manusia yang tadinya dalam mengkompromi ideal dan real lebih condong ke ideal justru mengarah ke real ketimbang ideal.
Too many cowards who close their eyes and move away, yeah….
Agustus 30, 2007 at 6:02 am
Yup, bener banget…itu yang membedakan manusia sukses dan manusia yang biasa-biasa saja……..manusia sukses ia selalu percaya bahwa hambatan itu adalah sebuah tantangan…sedangkan manusia biasa menganggap hambatan adalah monster yang harus di hindari…
Agustus 30, 2007 at 9:56 am
Mantapz… totally agree
BTW senang dengan pernyataan Descartes juga ya Mas satuaja (panjang namanya hehehe, mau nyebut nama asli tapi sepertinya tidak usah saja
)
September 1, 2007 at 4:24 am
Yup…aq suka pernyataan descartes memang karna ngena banget……..jadi inget crita ketika orang tidak bisa membedakan antara kenyataan dan khayalan (kayak Schizophen gitu)….klo dipikir-pikir…bagaimana kita tau klo kita ini nyata?….ya hanya dengan berpikir kita ini bisa menunjukan eksistensi kita di dunia ini…ato jangan-jangan kita ini hanya khayalan orang yang sedang melamun….atau hanya sebuah tokoh dalam buku cerita yang sedang dibaca anak 15 tahun?……kita tak pernah tau…..tapi satu yang kita tau bahwa Cogito Ergo Sum….He3x….
Coba deh mas, baca ‘Dunia Sophie’ karya Jostein Gaardner (bener nggak ya tulisannya)…bagus…mengajarkan kita untuk lebih peduli dengan sekitar kita…bahkan terhadap kita sendiri….^_^
September 2, 2007 at 2:17 am
Ke Bandung atau Surabaya Neng ?
September 3, 2007 at 9:13 am
Ga kemana-mana tu…emang pergi kemana????…..pengennya c ikut ke Jakarta…tapi apa daya….he3x….^_^
September 3, 2007 at 9:21 am
Selamat mampir mas domba garut….moga-moga nggak bosen